Keterpaparan Manusia dengan Dioksin
Manusia terpapar dengan dioksin terutama melalui bahan makanan (kejadiannya sekitar 94%) serta melalui kontak kulit dan jalan pernafasan. Keterpaparan manusia melalui dioksin dalam makanan, 90% berasal dari bahan makanan asal hewan (susu, daging, ikan, telur dan hasil olahannya) dan hanya 10% berasal dari bahan makanan nabati.Pekerja-pekerja di industri-industri yang telah disebutkan di atas akan terpapar lebih besar.
Apabila ibu-ibu yang sedang hamil dan yang sedang menyusui terpapar dengan dioksin, maka bayi dalam kandungan atau bayi yang sedang menyusui akan terpapar pula dengan dioksin melalui plasenta dan air susu ibu.Berdasarkan studi yang dilakukan di negara-negara industri, daily intake dioksin pada manusia sebesar 50-200 pikogram I-TEQ per orang per hari, atau 1-3 pikogram I-TEQ per kg berat badan per hari bagi orang dewasa seberat 60 kg. Satu pikogram sama dengan 0,000000000001 gram (10-12 gram).
I-TEQ, singkatan dari International Toxicity Equivalency, merupakan satuan untuk menggambarkan tingkat toksisitas dioksin yang didasarkan pada faktor persamaan toksisitas atau Toxic Equivalency Factors (TEF) dari 2,3,7,8-TCDD. TEF berguna untuk analisis resiko dan pengendalian dioksin.Daily intake dioksin pada orang dewasa dari bahan makanan yang mengandung 100 g lemak hewani diperkirakan 2-20 pg I-TEQ per kg berat badan per hari.
Dioksin dalam Bahan Makanan
Masuknya dioksin ke dalam rantai makanan terutama melalui pakan hewan baik hijauan, konsentrat maupun bahan imbuhan yang tercemar dioksin. Dioksin yang masuk ke dalam tubuh hewan akan diserap di usus dan diedarkan melalui aliran darah. Selanjutnya dioksin akan terdeposisi dan terakumulasi dalam lemak tubuh dan dikeluarkan melalui air susu. Akumulasi dioksin pada tubuh ikan berasal dari air yang tercemar dioksin. Kadar dioksin pada ikan dapat 100 000 kali kadar dioksin di lingkungannya (air).
Pencemaran dioksin pada tumbuhan terutama berasal dari partikel-partikel udara yang tercemar. Dioksin tersebut hanya berada di permukaan daun atau tumbuhan dan tidak beredar secara sistemik dalam tumbuhan. Oleh sebab itu, dioksin pada buah-buahan dan sayuran akan hilang melalui proses pencucian. ***Dari berbagai sumber
Minggu, 26 Agustus 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar