EHDB 43/ 2 Desember 1999 TERJAGA
Dia bangun dari tidurnya.
Digulungnya tikar alasnya
Dimasukkannya dalam plastik pembungkusnya.
Dia berpikir kok pembungkusnya plastik ya?
Kan jadinya menunjang industri yang tak bisa didaur ulang.
Untung dia tidak menyalakan AC tadi malam
Kalau menyalakan berarti dia kan pengkhianat lingkungan
Karena itu AC freon.
Dia trus menyapu lantai ruangannya.
Diusapnya meja dan kursi berdebu
Dipel-nya lantai yang berdebu.
Dia buka pintu
Pergi ke kamar mandi
Untung air bergemericik semalam sudah ditahannya
Kalau dibiarkan mengalir terus kan berarti dia Pengkhianat lingkungan
Karena setiap tetes air selalu berharga
Diusapnya dahinya
dibasahi dengan air maunya dia mandi
tapi dia takut degup jantungnya tak segera tenang
dan bertambah kencang karena ia lagi tak enak badan
sebab ia bangun tergagap.
Dadanya bergetar
Detaknya kencang
Berdegup-degap
Hantu barusan menemuinya di mimpinya.
Merah muda
Kecil..
Tak berbulu
Bertaring Satu di muka.
dengan taring itu
Si hantu menancapkannya di keningnya
Dan keningnya luka
Darah segar mengalir melewati legok lekuk wajahnya
Juga matanya
Darah itu tergenang di matanya
Lantas pipinyaLantas mulutnya
Lantas lehernya
Lantas membasahi bajunya
Merah segar
Merah darah
Dia gusar
Mau diusapnya darah itu
Tapi sudah mengalir dan mengalir
Entah kapan berhentinya
Karena dia rupanya tak pernah kehabisan darah
Rupanya dia mempunyai persediaan darah
Yang tak akan pernah kering
Yang tak akan pernah kerontang
Dan dengan darah itu dia membasahi tanah tempatnya berdiri dan terjeringgat dari bangun tidurnya.
Tanah itu menjadi subur.
Padi bertumbuh di atasnya.
Tunas hijau muncul
Membesar dan berkembang
Muncul bulir-bulir padi
Yang hijau kemudian menguning
Dan mengeras
Jadilah calon beras
Dan dipanen petani tua
Menjadi santapan para raja.
Dia yang terjaga.
Menjadi agak lega.
Ternyata hantu dalam mimpinya
Mengingatkan
Bahwa dia tak akan pernah kehabisan darah
Dan justru dengan darah itu
Ia mau pergi ke setiap jengkal tanah
Yang ditemuinya
Untuk menjadikannya bermakna
Sekalipun di situ
Ia sebatang kara.
Ia cuma mau mempraktekkan hal-hal kecil dan sepele
Saat mengurangi menggunakan plastik
Mengusir debu
Tidak memakai gas pelobang ozon
Menghemat air
Dan sebagainya
Dan sebagainya
Walaupun orang bilang
Itu hal lumrah,dan biasa. ***
Yonathan Rahardjo
Digulungnya tikar alasnya
Dimasukkannya dalam plastik pembungkusnya.
Dia berpikir kok pembungkusnya plastik ya?
Kan jadinya menunjang industri yang tak bisa didaur ulang.
Untung dia tidak menyalakan AC tadi malam
Kalau menyalakan berarti dia kan pengkhianat lingkungan
Karena itu AC freon.
Dia trus menyapu lantai ruangannya.
Diusapnya meja dan kursi berdebu
Dipel-nya lantai yang berdebu.
Dia buka pintu
Pergi ke kamar mandi
Untung air bergemericik semalam sudah ditahannya
Kalau dibiarkan mengalir terus kan berarti dia Pengkhianat lingkungan
Karena setiap tetes air selalu berharga
Diusapnya dahinya
dibasahi dengan air maunya dia mandi
tapi dia takut degup jantungnya tak segera tenang
dan bertambah kencang karena ia lagi tak enak badan
sebab ia bangun tergagap.
Dadanya bergetar
Detaknya kencang
Berdegup-degap
Hantu barusan menemuinya di mimpinya.
Merah muda
Kecil..
Tak berbulu
Bertaring Satu di muka.
dengan taring itu
Si hantu menancapkannya di keningnya
Dan keningnya luka
Darah segar mengalir melewati legok lekuk wajahnya
Juga matanya
Darah itu tergenang di matanya
Lantas pipinyaLantas mulutnya
Lantas lehernya
Lantas membasahi bajunya
Merah segar
Merah darah
Dia gusar
Mau diusapnya darah itu
Tapi sudah mengalir dan mengalir
Entah kapan berhentinya
Karena dia rupanya tak pernah kehabisan darah
Rupanya dia mempunyai persediaan darah
Yang tak akan pernah kering
Yang tak akan pernah kerontang
Dan dengan darah itu dia membasahi tanah tempatnya berdiri dan terjeringgat dari bangun tidurnya.
Tanah itu menjadi subur.
Padi bertumbuh di atasnya.
Tunas hijau muncul
Membesar dan berkembang
Muncul bulir-bulir padi
Yang hijau kemudian menguning
Dan mengeras
Jadilah calon beras
Dan dipanen petani tua
Menjadi santapan para raja.
Dia yang terjaga.
Menjadi agak lega.
Ternyata hantu dalam mimpinya
Mengingatkan
Bahwa dia tak akan pernah kehabisan darah
Dan justru dengan darah itu
Ia mau pergi ke setiap jengkal tanah
Yang ditemuinya
Untuk menjadikannya bermakna
Sekalipun di situ
Ia sebatang kara.
Ia cuma mau mempraktekkan hal-hal kecil dan sepele
Saat mengurangi menggunakan plastik
Mengusir debu
Tidak memakai gas pelobang ozon
Menghemat air
Dan sebagainya
Dan sebagainya
Walaupun orang bilang
Itu hal lumrah,dan biasa. ***
Yonathan Rahardjo
Komentar