EHDB 39/ 28 Nopember 1999 DAUR ULANG KERTAS DAN DAUR ULANG MANUSIA

KERTAS sangat umum dipakai dalam kehidupan.
Tak seorangpun bisa membayangkan
bagaimana bentuk dunia ini bila tanpa kertas.
Pernahkah anda membayangkan?

Sebelum kertas ditemukan,
buku umumnya dibuat dari bambu (Cina)
atau kulit kambing atau lembu (Barat).

Kertas ditemukan pertama kali di Cina
pada tahun 105 M oleh Ts'ai Lun,
seorang pegawai negeri pengadilan kerajaan
pada masa pemerintahan kaisar Ho Ti.

Penggunaan kertas meluas di seluruh Cina pada abad ke-2
Kemudian menyebar ke seluruh negara Arab.
Baru pada abad ke-12 orang-orang Eropa belajar teknik ini.

Jika kertas disobek akan tampak serat-seratnya
yang disebut CELLULOSE,

Maka kertas bisa terbuat dari kayu, kadang-kadang merang,
ampas tebu, jenis rumput-rumputan seperti gandum.
Tetapi umumnya kertas terbuat dari kulit kayu.

Cara membuatnya,
mula-mula merang, kayu atau ampas tebu dihancurkan
dalam sebuah mesin penghancur.
Mesin ini memotong-motong kayu, merang dan ampas tebu
sampai halus sekali, sampai menjadi semacam bubur yang disebut pulp.
Ada 2 macam pulp, yaitu pulp mekanis dan pulp kimia.

PULP MEKANIS
dibuat dengan menumbuk atau menggiling bahan cellulose (dari kayu).
Pulp mekanis ini sangat cocok untuk kertas koran karena sangat
menyerap cairan tinta cetak dan cepat kering.
Ciri khas pulp mekanis ini jika dibasahi akan kehilangan kekuatannya.

Kayu secara mekanis dijadikan remah-remah kecil.
Kemudian dimasak pada tekanan tinggi
dengan bahan-bahan kimia tertentu yang akan meluluhkan ikatan
antara serat-serat dan menjadikannya pulp (bubur kayu).

Bahan-bahan untuk PULP KIMIA yang biasa dipakai yaitu
Caustik Soda dan Sodium Sulphat.

Ini yang menjadikan serat kasar dan sangat kuat,
cocok untuk kantong dan kotak-kotak penyimpan barang-barang yang berat.
Berbagai jenis Sulphit (seperti Amonium & Calsium)
yang menghasilkan serat halus
cocok untuk membuat kertas cetak dan kertas tulis.

Bayangkan,
berapa banyak pohon yang ditebang untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat Indonesia terhadap aneka macam kertas ini?

Menggunakan KERTAS DAUR ULANG artinya
kita telah mengurangi penggunaan kertas dan telah ikut
menyelamatkan hutan Indonesia.

Kita pun secara sadar tahu
bahwa limbah (seperti limbah kertas)..
tak selamanya berakhir sebagai sampah
yang merugikan manusia.
Bahkan sebaliknya
dapat kita rubah menjadi sesuatu yang bernilai.

Dan kita pun tahu..
Limbah yang berwujud manusia,
Yang penuh dengan noda dan dosa..
Penuh dengan kesalahan dan kekhilafan..
Tak selamanya berakhir sebagai sampah
yang harus terpuruk dalam nista dan derita (saat ini)
yang melayang bak layang-layang putus, terbakar, hangus ..
di neraka (nanti)..

Kertas koran bungkus kacang atau penimpal tai saja bisa didaur ulang
Apalagi Manusia..
yang gambar dan peta dan model dan ciptaanNya
yang paling sempurna..
tentu saja bisa didaur ulang
secara dan menjadi
lebih sempurna.

Kala daur ulang kertas menyelamatkan hutan..
Apa yang kita selamatkan dengan daur ulang manusia?

Silahkan hitung.. berapa banyak manusia-manusia yang jadi tanggung jawab
Si manusia daur ulang.
Silahkan hitung.. berapa luas semesta
tempat si manusia mampu menggerakkan tangan dan kaki
hanya untuk mengabdi. ***

Yonathan Rahardjo

Komentar

Postingan Populer