Entah benar atau tidak,
yang tahu tentu yang pernah tinggal di Amerika.
Yang pasti kesaksian banyak media informasi mengatakan
di Amerika soal lingkungan sangat diutamakan,
kendatipun pembangunan ekonominya digenjot.
Kepedulian bangsa Amerika pada lingkungan
tercermin saat munculnya Hari Bumi yang pertama
22 April 1970.
Berlaksa ribu manusia pada saat itu
membebaskan diri dari pikiran-pikiran profit.
Mereka menyuarakan seruan selamatkan lingkungan bumi
dari kehancuran.
Efeknya muncul berbagai perundangan lingkungan Amerika,
yang notabene implementasinya diterapkan dengan tegas di sana.
Sekalipun banyak yang melanggar, namun jajaran masyarakat
dan kalangan pemerintah yang tegas-tegas menegakkan
hukum lingkungan ini selalu memposisikan diri memacu
Amerika menjadi pendekar utama lingkungan.
Siapa yang melawan lingkungan, di Amerika akan terbabat.
George Bush Presiden yang sedang bertarung
untuk menyambung masa jabatannya terjungkal oleh lawan politiknya
Bill Clinton.
Pasalnya? George Bush menolak menandatangani
Deklarasi KTT Bumi Rio de Janeiro 1992
yang menggerakkan masyarakat bumi peduli pada lingkungan.
Lebih parah, kampanye politiknya tak menyinggung sedikitpun
soal pelestarian lingkungan sebagai materi.
Mayoritas rakyat Amerika lebih mendukung Bill Clinton
yang menyuarakan secara lantang tentang kepedulian Amerika Serikat
terhadap isu lingkungan!
Efeknya tetap mengedepan,
setelah berbagai perundangan ramah lingkungan diluncurkan,
Amerika tetap menjadi pemimpin ekonomi tangguh di dunia,
di bumi yang hanya satu ini.
Itu karena mereka berupaya melaksanakan perundangan itu
dengan disiplin ketat.
Memang tak ada bangsa yang hidup enak di atas bumi yang rusak.
Hanya bangsa yang peduli pada lingkungan
bisa menjadi bangsa yang Hidup nyaman.
Dan ini hanya akan bisa dicapai
dengan politik yang tidak hanya berpihak pada ekonomi untuk kekuasaan,
tapi juga lingkungan.
BISAKAH KITA BELAJAR HAL ITU DARI PAMAN SAM?
BISAKAH?
SEMOGA. SEBAB DARI APAPUN KITA BISA BELAJAR,
KENDATIPUN KITA TAHU
SI PAMAN SAM JUGA PENUH HATI YANG ASAM,
KITA TOH BISA MENGAMBIL PELAJARAN YANG NGGAK SURAM.
DARIPADA NEGERI INI TERUS-MENERUS SURAM,
SETELAH SADAR 32 TAHUN INDONESIA JAYA
TERNYATA CUMA SUAM. ***
Yonathan Rahardjo
Minggu, 26 Agustus 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar