Banyak ayam ras dipelihara dan berbaur dengan ayam kampung. Di Jakarta di daerah padat penduduk jamak terlihat ayam-ras berbulu putih kusam mengais-ngais tanah atau tempat sampah mencari makanan. Perhatikan! Dengan menu makan yang sama dengan ayam kampung mereka tumbuh lebih gemuk.
Ini belum berlangsung lama. Sejak krisis menimpa, para produsen bibit atau breeder kelabakan menjual bibit. Ini dikarenakan para peternak tidak bersedia menerima bibit DOC karena pakan ayam melambung tinggi dan harus membayar tunai. DOC pun banyak dijual eceran oleh pedagang keliling dan bahkan dapat ditukar dengan barang-barang bekas. Anak ayam umur sehari ini kemudian mulai banyak menghunirumah-rumah tangga dengan manajemen ala kadarnya.
Semula anak-anak ayam itu dijual sebagai mainan anak kecil dengan diberi warna warni pada bulunya. Namun lama kelamaan sebagian dari anak-anak ayam tersebut mampu bertahan dan dapat hidup dengan pola manajemen rumah tangga. Pagi dilepas mencari makan sendiri. Malam harinya dikurung. Sebagian masyarakat kemudian membeli DOC yang tidak jelas asal usulnya.
Jadilah, Ayam Ras yang datang dari ras lain, negara lain, kini berbaur dengan ayam kampung. Adaptif! AYAM LUAR NEGERI SAJA BISA BEGITU.APALAGI ORANG LUAR NEGERI.YANG SUDAH MELUBER DI INDONESIA..APALAGI DENGAN DIBUKANYA BANYAK KRAN GLOBALISASI.
AWAS ORANG KAMPUNG..
JANGAN-JANGAN KAMU JUGA CUMA JADI AYAM KAMPUNG
YANG DENGAN MUDAH DIGILAS OLEH AYAM RAS YANG ORANG RAS.
DALAM BISNISMU.
DALAM KERJAMU
DALAM STUDIMU.
JUGA DALAM PEDULIMU..
TERHADAP SUNGAI KOTOR.
TERHADAP KEPEMIMPINAN PENGEKOR
TERHADAP SUNGAI TERCEMAR
TERHADAP HUTAN TERBAKAR.
TERHADAP BEKANTAN SISA.
TERHADAP ORANG UTAN BERAIR MATA.
TERHADAP SEMUA.
YANG KITA SEMUA SUDAH TAHU NYATA.
BETAPA AKSI LINGKUNGAN KITA
NYATA-NYATA hampir SELALU BERDANA MEREKA.
MENGEKOR MEREKA. hampir selalu.
MAU BERKATA APA?
SILAHKAN SAJA. ***
Yonathan Rahardjo
Minggu, 26 Agustus 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar