Minggu, 26 Agustus 2007

EHDB 19/ 8 Nopember 1999 SIRAMAN

Masih ingat JKTI?
Jaringan Kearifan Tradisional Indonesia ?
Yang terbentuk sebagai hasil
pertemuan para LSM lingkungan
yang peduli kearifan tradisional (traditional knowledge)
awal tahun ini?
Masih jalankah mereka
dengan fokus visi dan misinya?

… semoga!!
Semoga masih tetap fokus
dan berdedikasi
pada semangat tidak anget-anget bubur pagi
dan tidak dibiaskan
oleh sibuk kegiatan
yang menggeser bubur pagi
menjadi makanan sampah
lantas sibuk mencari makanan
yang lebih menggiurkan
karena kemewahan yang ditawarkan!

Kita percaya,
dengan pengorganisasian yang rapi,
tetap ada
insan dari masing-masing LSM
yang terfokus pada Divisi/Bagian
Kearifan Tradisional,
kendati lembaganya
melebar-luas dalam berkegiatan

Makna apakah
yang terkandung
dalam upacara
SIRAMAN,
satu rangkaian adat
perkawinan Jawa,
berkaitan dengan traditional wisdom ini?

Di sini,
mempelai perempuan
memberikan
AIR BUNGA
sebagai pertanda menyerahkan
AIR SUCI,
AIR KEHIDUPAN
dari pihak wanita
untuk pihak laki-laki..
Bunga lambang kebaikan
karena indah dan harumnya

AIR BUNGA
DISIRAMKAN,
DIGUYURKAN
pada calon mempelai pria
bersamaan itu juga,
pada si calon mempelai wanita
juga dilakukan hal yang sama..
Dengan air yang sama..
Yang membersihkan
Segala macam kebusukan
Ketidaknyamanan..
Gantinya
Adalah kebaikan,
Keselamatan
Dan cinta..
Menyatukan cinta mereka di sini dan di sana.. Trus
oleh masing-masing orang tua
dan
para sesepuh yang sudah kawin
DIPOTONGNYA RAMBUTNYA SEJUMPUT..
Baik pihak laki
maupun perempuan..
Dimasukkan ke air kembang tadi..
Membuang rambut
melambangkan
Membuang semua
Yang mengotori kehidupan..
Agar nggak
Mengganggu kehidupannya
Selanjutnya..

Begitulah, tampaknya sepele-sepele saja..
Namun
belajar dari yang ada di alam..
Ada makna
untuk kita dan kehidupan kita..
BUNGA HARUM MENYEGARKAN..
AIR BENING MENYEGARKAN
MEMBERI MAKNA SAKRAL
BAGI MEMPELAI WANITA SERTA PRIA
JUGA MAKNA
BAGI SIAPAPUN
YANG MENGAKU DIRI
SEBAGAI ANAK ALAM..

Bagaimana tidak suka
Kala sang persada
Menyebarkan bau-bau harum bunga mekar?
Di sana-sini
Hijau dedaunan rindang sedap dipandang?
Sementara
Air itu bergemericik
Membasahi setiap jengkal tanah berumput ?
Memberi kesegaran ..
Dan selalu siap dihirup
Kala dahaga?

Bagaimana tidak suka..
Saling berbagi keharuman dan kesegaran?
Bagaimana tidak suka
Saling berbagi peran menguntungkan?

Begitulah, TRADITIONAL WISDOM selalu mengandung makna..
Entah itu bagi kehidupan
Entah itu bagi lingkungan

Hanya dengan cara
Membuang rambut kotor
Membuang pikiran kotor
Membuang hidup kotor
Kita bisa merasakan kedamaian..

Lantas..
Kita bisa mulai membuang kotor lingkungan
Tanpa kesulitan.
Tanpa kesukaran.
Sebab biangnya sudah ketemu.
Dia tak ada jauh di sana.
Dia ada secara arif, di sini. Di hati ini.
Dia ditampakkan secara arif..
Oleh suatu kearifan tradisional. ***

Yonathan Rahardjo

0 komentar: