Minggu, 26 Agustus 2007

EHDB 38/ 27 Nopember 1999 MEMORI PARTAI HIJAU

Akhir abad 20 menginjak milenium ke tiga yang gempar,
pendakian Gunung Pangrango akan dilakukan
oleh sekelompok insan menamakan diri Partai Hijau.
Top!
Mungkin moment tepat untuk menancapkan Bendera Hijau
di puncak ketinggian dataran bumi
sehingga seisi rimba belantara,
sungai-sungai yang berkelak-kelok,
beserta lelaki perempuan seisi planet biru
bisa melihat warna hijau,
dan mau menjadikan hijau
sebagai bagian tak terpisahkan dari si biru.

PARTAI HIJAU..
nama sebuah partai..
yang biasanya bergulat dalam dunia politik
untuk mempertaruhkan harta dan jabatan
dalam perombakan suatu norma dan sistem
berbangsa dan bernegara..
Kita tunggu apakah dalam kekritisan
berbagai nilai berbangsa sedang menyeruak,
‘partai’ ini benar-benar mampu menunjukkan kehijauannya,
bersama pendekar hijau yang lain.
Atau..
adakah yang tak kita ketahui tentang sepak terjang
yang menjadi visi-misinya?
Kok sekarang adem-ayem saja?
Karena terlalu hijau merimbun-kah?

Yah!
Sekedar memori..
dalam sebuah cerpen partai hijau..
untuk MENGINGATKAN BAHWA KEHADIRAN PARTAI HIJAU
BUKAN SEMATA DIBUTUHKAN UNTUK MENANCAPKAN BENDERA HIJAU
DI PUNCAK GUNUNG TINGGI,
NAMUN LEBIH UNTUK MENANCAPKAN NORMA HIJAU
DI PERGULATAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN DAN PELAKSANAANNYA
DI TATARAN POLITIK BERBANGSA DAN BERNEGARA..
Yah!
Namanya saja PARTAI.

Kisahnya dianalogikan dengan perdebatan antara dua saudara..
OldGreen dan NewGreen ..
yang mempersoalkan esensi kehadiran GREEN PARTY sendiri.

"Betulkah animo kepedulian masyarakat
terhadap lingkungan sudah tinggi?"
tanya OldGreen pada NewGreen.
Saat itu mereka di GreenReality, beranda rumah..
Keduanya beradu argumentasi, keras,
dan saling tarik urat leher.

"Bah! tidak betul.
Kalau pedulian masyarakat pada lingkungan sangat tinggi,
mereka akan angkat spanduk,
berteriak-teriak di jalan-jalan
untuk merangsek para pengusaha menutup pabrik
yang tanpa pengolah limbah.
Mereka akan D-E-M-O-N-T-R-A-S-I !" seru NewGreen .

Keduanya sama-sama orang lingkungan,
tapi cara pembawaannya sangat kontradiktif.
OldGreen lebih memperhatikan perasaan
dan kepentingan orang-orang yang selama ini
dicap di dahinya sebagai PERUSAK LINGKUNGAN.
Gerakan-gerakannya lebih tertata sistematis dan rapi,
melakukan pendekatan dengan pendidikan,
juga filantropi dengan acara-acara amal bersama
para industriwan yang sudah telanjur dianak tirikan
oleh mereka yang menamakan diri sebagai PENDEKAR LINGKUNGAN.

Tapi di seberangnya,
NewGreen sangat anti perusak lingkungan.
Tindakan-tindakannya sangat keras
terhadap apa yang dicap sebagai perusak itu.
Dia Radikal!
Tampak dari tutur katanya yang cenderung ngawur dan tanpa
perasaan.
Bahkan kurang menghargai perasaan orang lain, sangat kontras
dengan OldGreen yang perasa dan halus tutur katanya.
Untuk duduk satu meja saja dengan industriwan
dalam suatu Forum Kota, New Green tidak mau.
Maunya diseret saja mereka.. industriwan dan pengusaha itu,
dikenai sanksi hukum lantaran tidak memenuhi amdal,
atau UU Lingkungan dalam pengelolaan pabriknya.
Dia sangat getol melakukan advokasi sana-sini,
menjadi promotor (bahkan cenderung provokator)
demonstrasi Ekoling, LSM lingkungan di kotanya
menuntut pengusaha yang kolusi dengan walikota
supaya diganjar bui.
"Biar tahu rasa!! hh!!” katanya.

Apa tanggapan OldGreen terhadap rencana NewGreen ?

"Bagaimanapun juga, pengusaha dan MR 'X'
di balik cap lingkungan itu juga bagian di antara kita.
Mereka menjadi kurang fasih soal lingkungan karena memang
yang digeluti saban hari cuman uang," ujar OldGreen.
"Makanya untuk mendekati mereka bisa dengan
cara-cara yang lebih manis, beradab, dan menggaet
hati secara perlahan tapi pasti," tambahnya.
Maksudnya, yang penting penyadaran, lantas ada perubahan
sikap, tingkah laku, dan komitmen lantas aksi dari
pengusaha.
Bukannya langsung dihukum, karena justru itu menghambat
proses melestarikan lingkungan secara ramah
dan penuh kesadaran dari dalam diri masing-masing orang.

"Apa maksudmu?!!!" tanya NewGreen dengan nada tinggi.
"Macam-macam saja! Perusak lingkungan ya perusak lingkungan.
Tak usah pakai eufimisme Orde Baru kayak gitu!!
*&^%$#....@$$$..!!" serak parau suara NewGreen ,
saking marahnya pada OldGreen.
Matanya mendelik memandang tajam pada Old Green.
"Kamu ini! orang macam pengusaha gitu kok kamu bela...!!"
Tangannya mengepal mengarah pada OldGreen
yang diam tenang dengan pandangan mata damai, sejuk.

"Benar, NewGreen ..., benar..
Adanya sampah membumbung di pelataran belakang pabrik,
limbah mengucur di sungai yang dilalui pabrik...
Asap yang hitam pekat laksana kepulan asap rokok Dewa Neraka...
semua memang akibat ulah usil para pengusaha industri itu,"
katanya tenang.
OldGreen meletakkan tangannya di atas pahanya,
sekalipun tak duduk di kursi (di beranda itu tak ada kursi)
dia membetulkan cara duduknya ... rapi....
"Namun pernahkah terlintas dalam pikiranmu, atau tidak...
suatu pertanyaan yang tidak perlu menyalahkan..
Mengapa mereka begitu??"

NewGreen membalas ganti,

lantas OldGreen ...

dan seterusnya...

bantah-membantah!!

Mereka 'bertengkar' sampai tengah malam,
Hingga keduanya sama-sama teler...
Tak ada solusinya...
Yang muncul justru tawaran baru.

"Yuk kita bikin PARTAI HIJAU saja,"
keduanya berkata bareng,
seolah-olah sudah janjian dulu...
mereka tersenyum...
mata berpandangan..
ada pancaran cerah keluar dari kedua mata kedua belah pihak..
mereka berangkulan...

Saat itu keluar LoveGreen dari dalam rumah,
menyingkap korden putih transparan...
melihat dari kaca transaparan..
membuka pintu,
membawa air dingin
untuk menyejukkan kerongkongan kedua Green.

Keduanya meneguk...
“Hmmm segaaaaarrrrrr....!!!”
kata mereka bersama-sama lagi!!
Rupanya mereka sudah berdamai..
Sesudah minum malah tertawa terbahak-bahak..
keras sekali!

LoveGreen tertegun
Matanya memandang mereka...
"Ada apa ini?" tanya ia terheran-heran.
Dia memakai daster pendek, merah motif kembang.
Kulitnya putih mulus, berrambut jagung lurus seleher,
tangannya masih memegang nampan yang berisi gelas
kosong dengan sisa air dingin
yang barusan diminum kedua Green...
“Ada apa ini?”
.....tanyanya penuh ingin tahu.

"Kami mau mendirikan Partai Hijau!"
kata NewGreen tegas.

"Ya... maksudnya supaya ada tempat
bagi seluruh stake holder masyarakat
membicarakan semua problema lingkungannya
di tempat yang tepat...
Mudah diaspirasikan ke Dewan
atau Wakil-wakil rakyat secara beradab...,"
kata OldGreen sabar, datar, dan pasti.

"Iya! tapi tetap akan melakukan DEMONSTRASI!"
sergah NewGreen.

"Apa maksudnya?..." tanya LoveGreen penuh ingin tahu.

"Amerika menjadi negara pertama yang merangsang
gerakan ramah lingkungan di dunia,
dengan berbagai perundangannya
Clean Water Act,.. Clean Air Act, dll.. dll......
Mengapa?" tanya OldGreen.

Giliran New Green yang bicara,
"Karena mereka bisa mengadakan demonstrasi
secara besar-besaran pada 22 April 1970
di negaranya, semua masyarakat tanpa kecuali,
semua menyerukan SELAMATKAN BUMI,
LINGKUNGAN kita yang cuma satu-satunya kita tempati..,"
kata NewGreen.

"Jadi kalau mau bikin lingkungan baik, ya kita demontrasi
besar-besaran," tambahnya.

“Coba bandingkan dengan PDI Perjuangannya Megawati
yang menang besar di Pemilu 7 Juli kemarin,
Mengapa menang? Karena mereka demonstrasi secara
besar-besaran... Tujuannya untuk menarik perhatian
rakyat, hingga bahkan rakyat sendiri yang melakukannya...
Muluslah Mega ke Istana.. walau terjegal Gus Dur..
ha..ha..ha..," NewGreen tertawa.

Di sebelahnya,
OldGreen cuma tersenyum sambil berkata lirih...
"Yang penting kan konsepnya yang digodok
untuk dijadikan semua perangkat peraturan
lingkungan lestari di negeri ini.
Jadi tak cuma cukup bertindak dengan okol.
Tapi juga akal. Itulah perlunya PARTAI."

LoveGreen tersenyum,
ia tahu kedua-duanya tak ada yang salah.
Pengkajian kebijakan maupun aksi ketegasan,
kedua-duanya sangat dibutuhkan...
keduanya saling membutuhkan.
Walau yang pertama lebih terasa lambat,
dan yang kedua lebih banyak aksi kekerasan..
Keduanya bisa saling melengkapi. ***

Yonathan Rahardjo

0 komentar: