Minggu, 26 Agustus 2007

EHDB 27/ 16 Nopember 1999 PROSES DAN PROSEA

Kita semua mahfum,
Orientasi dari semua kegiatan berlingkungan kita
adalah PROSES, BUKAN HASIL.
Kendati hasil yang baik itu perlu.
Namun haqul yaqin hasil dari suatu program atau proyek
bersifat sementara.
MASIH ADA KELANJUTAN YANG HARUS DIGARAP dengan itu.

Bidikan yang tepat supaya penggarapannya
selalu bisa baik sesuai apa yang diharap
adalah BIDIKAN PADA PELAKUNYA.
Siapa lagi kalau bukan manusianya sendiri.
Istilah bekennya ..
Perlu PROSES BELAJAR dan PEMBELAJARAN.
Itu kalau kita bicara soal proses.

Jamannya plesetan..
PROSEA bisa menggelincir menjadi kata PROSEA
Baiknya, itu tepat bermakna..
Dan maknanya lumayan berguna.
POSEA = PLANT RESOURCES OF SOUTH EAST ASIA.
Tiga hari ini, 15, 16, 17 Nopember 1999
PROSEA menyelenggarakan sebuah PROSES.
Tepatnya Lokakarya Internasional ke 3:
PROSEA BEYOND 2000
(PROSEA SETELAH TAHUN 2000. di Bogor.

Bukan membicarakan Yayasan penyelenggaranya
yang kebetulan namanya juga sama.
Tapi soal pahit getirnya para pakar lingkungan
dan sahabat-sahabatnya menjaga
sirnanya PROSEA itu sendiri

6000 jenis tumbuhan berguna sebagai
penghasil utama, penghasil tambahan, dan kurang dikenal
DIBAHAS.
Suatu proses pembahasan setelah entah berapa ribu/juta
prosea-prosea yang lain sirna..
dan entah bagaimana nasibnya..
Padahal kegunaannya yang begitu beraneka ragam
bisa membasuh noda-noda problematika manusia
dalam berbagai bentuknya.
Entah sebagai pengobtan, mata pencaharian, atau sejenisnya.

Kita cemas akan kehilangan, karena kita telah kehilangan
Rupanya hampir selalu begitu..
Semua menjadi begitu bermakna..dan penuh arti
setelah diri sendiri mengalami sendiri betapa sakitnya
kehilangan, perpisahan, kehampaan..
Bahkan terhadap keanekaragaman hayati..
yang beranjak meluncur..
deras
deRAS
dan DERAS!! ..
menuju lobang kesirnaan

Proses itu telah menggelitik lembaga-lembaga kita
yang bertabur menjunjung tinggi keragaman hayati..
sekalipun motivasinya cuma agar
makanan semacam tempe dan tahu tak lagi dihaki dan patenkan
oleh negara tak entah di mana

Apapun motivasinya..
Sumber-sumber hayati tumbuhan dalam suatu kata PROSEA
patut kita sambut prosesnya.
Setidaknya sudah dimulai dengan meluncurnya
Buku Pegangan Prosea yang memuat sifat alamiah, lintas disiplin
ilmu pertanian, hortikultura, kehutanan, botani,
khusunya taksonomi, etnobotani, ekologi,
dan kawan-kawan sejenisnya..
dan teman-teman sebangsanya..

Tinggal bagaimana sekarang..
buku hidup alam, dan buku hidup manusia ini
membuktikan bahwa PROSES MELESTARIKAN PROSEA
adalah suatu mata rantai yang selalu bertautan
satu dengan dua..
dua dengan tiga..
dan seterusnya..
dan seterusnya.
tak pernah tidak..
SELALU BERTAUTAN. ***

Yonathan Rahardjo

0 komentar: