Petani membakar ilalang
Yang hangus cuma si daun ilalang
Akarnya tetap mengakar
Masyarakat memberantas narkoba
Yang terberangus cuma pecandu pemula ataupun junkie
Bandarnya masih tak tersasar
Pendekar lingkungan berkoar-koar
Yang menerima dan sadar cuma sedikit dan sebentar
Hati masyarakat tetap tawar
Mengapa?
MEMANG NIKMAT MENIKMATI BERAS.. lupa ubi bakar
MEMANG NIKMAT mempunyai rumah berukir kayu besar-besar..
Lupa itu barang jarahan yang membuat hutan gundul dan terbakar
MEMANG NIKMAT.. WALAU SEBENTAR dan TAK KEKAL
Itulah mengapa… semua sebab dan akibat
Cuma teratasi secara superfisial… tak mengakar
Karena kita sendiri ternyata lebih menyukai
Semua yang nikmat… walau cuma sebentar
LUPA KEBERLANJUTAN
LUPA KELESTARIAN
LUPA KEKEKALAN
Bagaimana mungkin aku menggapai makna lagu “lestari alamku”
Yang penuh kekal?
Kalau aku sendiri cuma mau semua yang sebentar? ***
Yonathan Rahardjo
Minggu, 26 Agustus 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar