Minggu, 26 Agustus 2007

EHDB 14/ 3 Nopember 1999 KARENA SUKA YANG SEBENTAR

Petani membakar ilalang
Yang hangus cuma si daun ilalang
Akarnya tetap mengakar

Masyarakat memberantas narkoba
Yang terberangus cuma pecandu pemula ataupun junkie
Bandarnya masih tak tersasar

Pendekar lingkungan berkoar-koar
Yang menerima dan sadar cuma sedikit dan sebentar
Hati masyarakat tetap tawar

Mengapa?

MEMANG NIKMAT MENIKMATI BERAS.. lupa ubi bakar
MEMANG NIKMAT mempunyai rumah berukir kayu besar-besar..
Lupa itu barang jarahan yang membuat hutan gundul dan terbakar

MEMANG NIKMAT.. WALAU SEBENTAR dan TAK KEKAL

Itulah mengapa… semua sebab dan akibat
Cuma teratasi secara superfisial… tak mengakar
Karena kita sendiri ternyata lebih menyukai
Semua yang nikmat… walau cuma sebentar

LUPA KEBERLANJUTAN
LUPA KELESTARIAN
LUPA KEKEKALAN

Bagaimana mungkin aku menggapai makna lagu “lestari alamku”
Yang penuh kekal?
Kalau aku sendiri cuma mau semua yang sebentar? ***

Yonathan Rahardjo

0 komentar: