Apa hubungan pernikahan dengan lingkungan?
Tidak mengada-ada.
Kalau kita bisa menyikapi, kecintaan kita pada lingkungan
laksana cinta seorang suami terhadap seorang istrinya.
Dan sebaliknya,
Karena cinta itu..
Lingkungan akan memberi yang terbaik bagi manusia..
laksana hormat seorang istri terhadap seorang suaminya.
Suatu ajaran di antara kita menyatakan:
Suami mengasihi istri seperti Tuhan mengasihi umat.
Istri menghormati suami seperti umat terhadap Tuhannya.
Maka suami adalah sumber kasih dalam rumah tangga.
Di sini tidak pernah terjadi kesemena-menaan,
sekalipun ada wibawa pada suami atau istri..
Sebab kesemena-menaan tidak pada tempatnya di rumah tangga.
Kalau lelaki mendapatkan perempuan sebagai istri,
dan sebaliknya perempuan mendapatkan lelaki sebagai suami..
Itu adalah anugerah Tuhan. Karunia, yang harus selalu dipelihara dan selalu mengingatkan keduanya. Dalam perjalanan bahtera rumah tangga suami istri..
Iblis memang akan selalu berupaya menghancurkannya
dengan apapun yang bisa datang sebagai pencobaan..
Namun di sisi lain, apapun yang akan datang ke rumah tangga itu : dapat dipakai sebagai suatu ujian.
Bahwa sebagai suami istri, mereka ibaratnya harus saling sekolah..
Dan tidak pernah mendapat ijazah,
karena tanda kelulusannya hanya akan diberikan bila kiamat tiba, atau maut memisahkan mereka
Di sini setiap hari mereka akan selalu belajar,
sebab setiap hari akan selalu ada ujian.
Maka suami istri selalu mengerti perasaan masing-masing..
Didasarkan pada kasih Tuhan.
Kalau tidak didasarkan pada kasih Tuhan..
Rumah tangga akan mudah goyah dan jatuh.
Maka untuk bahagia hanya bisa didasarkan
percintaan mereka dalam kasih Tuhan.
Bisa membayangkan?
Indahnya lingkungan bila dicintai
kayak lelaki mencintai perempuan pujaannya?
Manusia akan selalu belajar..
Belajar..
Dan belajar
Agar lingkungannya manis menyapa
Agar lingkungannya memberi tempat nyaman baginya
Lingkungan akan selalu dijaga dan dipelihara..
Sekalipun ada pengorbanan di dalamnya..
Biar tetesan air mata menggenang
Asal ia bisa mengganti air sawah
yang sudah mengerontang
karena kemarau panjang
Biar tetesan keringat berubah menjadi darah
Asal bisa mengganti darah
anak kecil yang tertimpa
Pohon tumbang menimpa rumah gubuknya
di tepi hutan HPH
Ia,
Lingkungan..
Akan selalu dijaga dan dicinta..
Bila manusia
tahu..
lingkungan adalah istrinya..
ibu dari anak-anak generasi selanjutnya..
yang menyediakan gunung dan lembah.. sebagai buah cinta bagi manusia..
yang khalifahnya..
yang khafilahnya. ***
Yonathan Rahardjo
Minggu, 26 Agustus 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar