EHDB 29/ 18 Nopember 1999 AYAM
BENARKAH MASALAH LINGKUNGAN
TAK PERNAH MENYENGGOL MASALAH PETERNAKAN?
BUKANKAH PETERNAKAN BAGIAN DARI PERTANIAN?
YANG PUNYA PROBLEMATIKA LINGKUNGAN?
LIHAT!
YANG BERPROBLEMA DI MASLAH PETERNAKAN INI
SANGAT MENGGURITA..
MULAI DARI INVESTOR, PELAKSANA PERUSAHAAN.
PELAKSANA KEMITRAAN.. PETERNAK PENGIKUT PROGRAM
KEMITRAAN.. PETERNAK GUREM.. PETERNAK KECIL..
ORANG LINGKUNGAN?
COBA DEH.. PAHAMI PROBLEMA PETERNAK KECIL DI SINI..
TELUSURI.. BETAPA MASALAH PETERNAKAN INI
TAK JAUH BEDA DENGAN MASALAH PERTANIAN TUMBUHAN
YANG SELAMA INI SELALU DISOROTI KAUM LINGKUNGAN..
COBA RASAKAN
COOBA ANGKAT DERITA PETERNAK ITU..
BEBASKAN DARI JERATAN GURITA DAN MENGIKAT INI. OKE?
Oktober 1999,
Lihat!
Betapa ramainya
transaksi saham sektor pakan
dan peternakan
di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ)
harga saham pakan
dan peternakan meningkat
7,64%.
Sekuritas Anwar Sierad dan Sierad Produce
mencipta keuntungan tertinggi
sama-sama 28,57%,
Cipendawa Farm Enterprices 22,22%,
Multibreeder Adirama menguat 18,19%,
Surya Hidup Satwa meningkat 7,69%
Charoen Pokphand Indonesia serta CP Prima
sebesar 4,92% dan 4,35%.
Saham JAPFA
diperdagangkan dengan harga yang sama,
tiada menghasilkan keuntungan.
Pergerakan harga saham
dan aktivitas transaksi di lantai BEJ
adalah salah satu indikator baik atau tidaknya
prospek bisnis sektor pakan dan peternakan.
Indikator yang lain
dapat dilihat dari harga jual pronak
(daging dan telur ayam)
serta ketersediaannya
(produksinya).
Reaksi positif pasar
cermin optimisme investor
terhadap semakin membaiknya.
prospek usaha pakan
dan peternakan
Wah! Tampaknya krisis
yang sempat membuat hampir seluruh pelaku
dunia peternakan tak nyenyak tidur.
Telah mulai dilupakan.
Namun benarkah?
Benarkah itu nyaman
Bagi seluruh masyarakat?
FLASH BACK!
Saat krisis mendera segenap sendi ekonomi kita,
industri peternakan bukan cuma terkena getahnya
tapi malah masuk sebagai sektor yang cukup parah
tertimpa krisis.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Biaya produksi melonjak tinggi
karena terlalu banyak dolar yang digunakan
Sementara..
Kebutuhan masyarakat menurun tajam
karena menyusutnya pendapatan masyarakat.
KINI…
Bertahap puing kehancuran industri peternakan
mulai dibangun.
Gairah budidaya merekah
kandang-kandang ayam ras
terisi kembali dengan anak-anak ayam
Kebutuhan protein hewani asal ayam baik telur
maupun daging mulai beranjak naik.
Perusahaan-perusahaan yang kala krisis
habis-habisan mengosongkan kandang
dan menghentikan pabriknya
karena tak kuat menanggung beban produksi
telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Ekonomi peternakan kembali menggelinding
mesin-mesin sebagian telah bekerja
lajunya semakin bertambah.
Perunggasan yang sempat sepi dari kritik
kembali nyaring terdengar.
Berbagai kebijakan kembali dipertanyakan.
Namun sebenarnya tanpa disadari
krisis telah membuat karakter dunia peternakan berubah.
Perunggasan yang semula
para peternak mandiri masih cukup seimbang
dibanding kemitraan
sekarang semakin terpinggirkan.
Ada yang bilang,
“Ahh.. itu lumrah…!?
membangun peternakan
kan membutuhkan modal
yang cukup besar…”.
Kala para peternak berkhayal
mengisi kembali kandang-kandang
dengan anak ayam manis, mungil,
datanglah “para tuan” kemitraan
menawarkan kerjasama.
“Pucuk dicinta ulam tiba”
sebagian peternak
menyambut ajakan kerjasama
Ciap-ciap anak ayam kembali mengisi telinga.
Satu tujuan diingini peternak…
kembalinya penghasilan
yang mandeg 2 tahun terakhir.
Namun rupanya
kerjasama tersebut bukanlah kemitraan,
melainkan kontrak kandang.
Tiada nilai lebih akan diperoleh,
Justru keuntungan akan berkurang
dibanding usaha sendiri.
Mereka hanya menjadi mesin produksi
tanpa mempunyai posisi tawar yang kuat.
Mereka yang telah mematri niatnya untuk mandiri
harus benar-benar piawai, lihai, cerdik.
Kalau tidak..
entah pakan
atau bibitnya
bisa terlambat
atau kalaupun ada
harganya mahal
dan
harus bayar kontan.
BETULKAH?
BETULKAH.. ITU
PENCERAHAN?
Belum lagi di sisi lingkungan
Sebagian orang lingkungan selalu menggemakan
Stop budidaya ayam ras!
Lestarikan ayam kampung
Lestarikan Plasma nutfah
Lestarikan keragaman hayati asli
Stop industri peternakan!
Yang menyedot antibiotika
dan hormon penumbuh kebancian!
Yang mebikin pengkonsumsi teracuni
Yang membikin peternak selalu terpecundangi
Selalu tergantung produk luar negeri..
Jadi hamba investor pemegang hak properti..
Mengirim rupiah jadi dollar ke negeri asing..
Sementara peternak cuma menggigit bibir
Stop upaya kemitraan yang..
Mengebiri keberdayaan rakyat kecil
Cuma jadi pecundang petani berdasi
Sementara peternak cuma dapat angan-angan basi
Sepanjang hari
Sepanjang hari
AH!!
MANA INI YANG BENAR?
Selalu begitu..
Selalu begitu..
Mau maju..
begitu banyak yang harus dipertimbangkan..
harus mikir dari alfa sampai omega
harus berkerut dahi dari alif sampai ya’
harus bermarut jidat dari Aa smpai Zet
Ya.
Semua perlu kearifan..
Dalam memilih..
Dan melangkah
Apalagi bagi pengabdi lingkungan
Yang mengenal bahwa
Semua hal
tak bisa lepas
sendiri-sendiri..
Semua
Selalu terkait..
Selalu mengait
Ekonomi.
Politik.
Sosial.
Budaya.
Hankam
Lingkungan.
Kesinambungan
Keberlanjutan
Kelestarian
Sustainable-kah?
Berlanjut-kah?
Atau cuma greget sesaat?
SEGALA MESTI TERANYAM
DALAM BISNIS AYAM
PAKAN AYAM
TELUR AYAM
TAI AYAM
AGAR SEMUA MERASA NYAMAN
AMAN
DAN NYAM-NYAM. ***
Yonathan Rahardjo
TAK PERNAH MENYENGGOL MASALAH PETERNAKAN?
BUKANKAH PETERNAKAN BAGIAN DARI PERTANIAN?
YANG PUNYA PROBLEMATIKA LINGKUNGAN?
LIHAT!
YANG BERPROBLEMA DI MASLAH PETERNAKAN INI
SANGAT MENGGURITA..
MULAI DARI INVESTOR, PELAKSANA PERUSAHAAN.
PELAKSANA KEMITRAAN.. PETERNAK PENGIKUT PROGRAM
KEMITRAAN.. PETERNAK GUREM.. PETERNAK KECIL..
ORANG LINGKUNGAN?
COBA DEH.. PAHAMI PROBLEMA PETERNAK KECIL DI SINI..
TELUSURI.. BETAPA MASALAH PETERNAKAN INI
TAK JAUH BEDA DENGAN MASALAH PERTANIAN TUMBUHAN
YANG SELAMA INI SELALU DISOROTI KAUM LINGKUNGAN..
COBA RASAKAN
COOBA ANGKAT DERITA PETERNAK ITU..
BEBASKAN DARI JERATAN GURITA DAN MENGIKAT INI. OKE?
Oktober 1999,
Lihat!
Betapa ramainya
transaksi saham sektor pakan
dan peternakan
di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ)
harga saham pakan
dan peternakan meningkat
7,64%.
Sekuritas Anwar Sierad dan Sierad Produce
mencipta keuntungan tertinggi
sama-sama 28,57%,
Cipendawa Farm Enterprices 22,22%,
Multibreeder Adirama menguat 18,19%,
Surya Hidup Satwa meningkat 7,69%
Charoen Pokphand Indonesia serta CP Prima
sebesar 4,92% dan 4,35%.
Saham JAPFA
diperdagangkan dengan harga yang sama,
tiada menghasilkan keuntungan.
Pergerakan harga saham
dan aktivitas transaksi di lantai BEJ
adalah salah satu indikator baik atau tidaknya
prospek bisnis sektor pakan dan peternakan.
Indikator yang lain
dapat dilihat dari harga jual pronak
(daging dan telur ayam)
serta ketersediaannya
(produksinya).
Reaksi positif pasar
cermin optimisme investor
terhadap semakin membaiknya.
prospek usaha pakan
dan peternakan
Wah! Tampaknya krisis
yang sempat membuat hampir seluruh pelaku
dunia peternakan tak nyenyak tidur.
Telah mulai dilupakan.
Namun benarkah?
Benarkah itu nyaman
Bagi seluruh masyarakat?
FLASH BACK!
Saat krisis mendera segenap sendi ekonomi kita,
industri peternakan bukan cuma terkena getahnya
tapi malah masuk sebagai sektor yang cukup parah
tertimpa krisis.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Biaya produksi melonjak tinggi
karena terlalu banyak dolar yang digunakan
Sementara..
Kebutuhan masyarakat menurun tajam
karena menyusutnya pendapatan masyarakat.
KINI…
Bertahap puing kehancuran industri peternakan
mulai dibangun.
Gairah budidaya merekah
kandang-kandang ayam ras
terisi kembali dengan anak-anak ayam
Kebutuhan protein hewani asal ayam baik telur
maupun daging mulai beranjak naik.
Perusahaan-perusahaan yang kala krisis
habis-habisan mengosongkan kandang
dan menghentikan pabriknya
karena tak kuat menanggung beban produksi
telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Ekonomi peternakan kembali menggelinding
mesin-mesin sebagian telah bekerja
lajunya semakin bertambah.
Perunggasan yang sempat sepi dari kritik
kembali nyaring terdengar.
Berbagai kebijakan kembali dipertanyakan.
Namun sebenarnya tanpa disadari
krisis telah membuat karakter dunia peternakan berubah.
Perunggasan yang semula
para peternak mandiri masih cukup seimbang
dibanding kemitraan
sekarang semakin terpinggirkan.
Ada yang bilang,
“Ahh.. itu lumrah…!?
membangun peternakan
kan membutuhkan modal
yang cukup besar…”.
Kala para peternak berkhayal
mengisi kembali kandang-kandang
dengan anak ayam manis, mungil,
datanglah “para tuan” kemitraan
menawarkan kerjasama.
“Pucuk dicinta ulam tiba”
sebagian peternak
menyambut ajakan kerjasama
Ciap-ciap anak ayam kembali mengisi telinga.
Satu tujuan diingini peternak…
kembalinya penghasilan
yang mandeg 2 tahun terakhir.
Namun rupanya
kerjasama tersebut bukanlah kemitraan,
melainkan kontrak kandang.
Tiada nilai lebih akan diperoleh,
Justru keuntungan akan berkurang
dibanding usaha sendiri.
Mereka hanya menjadi mesin produksi
tanpa mempunyai posisi tawar yang kuat.
Mereka yang telah mematri niatnya untuk mandiri
harus benar-benar piawai, lihai, cerdik.
Kalau tidak..
entah pakan
atau bibitnya
bisa terlambat
atau kalaupun ada
harganya mahal
dan
harus bayar kontan.
BETULKAH?
BETULKAH.. ITU
PENCERAHAN?
Belum lagi di sisi lingkungan
Sebagian orang lingkungan selalu menggemakan
Stop budidaya ayam ras!
Lestarikan ayam kampung
Lestarikan Plasma nutfah
Lestarikan keragaman hayati asli
Stop industri peternakan!
Yang menyedot antibiotika
dan hormon penumbuh kebancian!
Yang mebikin pengkonsumsi teracuni
Yang membikin peternak selalu terpecundangi
Selalu tergantung produk luar negeri..
Jadi hamba investor pemegang hak properti..
Mengirim rupiah jadi dollar ke negeri asing..
Sementara peternak cuma menggigit bibir
Stop upaya kemitraan yang..
Mengebiri keberdayaan rakyat kecil
Cuma jadi pecundang petani berdasi
Sementara peternak cuma dapat angan-angan basi
Sepanjang hari
Sepanjang hari
AH!!
MANA INI YANG BENAR?
Selalu begitu..
Selalu begitu..
Mau maju..
begitu banyak yang harus dipertimbangkan..
harus mikir dari alfa sampai omega
harus berkerut dahi dari alif sampai ya’
harus bermarut jidat dari Aa smpai Zet
Ya.
Semua perlu kearifan..
Dalam memilih..
Dan melangkah
Apalagi bagi pengabdi lingkungan
Yang mengenal bahwa
Semua hal
tak bisa lepas
sendiri-sendiri..
Semua
Selalu terkait..
Selalu mengait
Ekonomi.
Politik.
Sosial.
Budaya.
Hankam
Lingkungan.
Kesinambungan
Keberlanjutan
Kelestarian
Sustainable-kah?
Berlanjut-kah?
Atau cuma greget sesaat?
SEGALA MESTI TERANYAM
DALAM BISNIS AYAM
PAKAN AYAM
TELUR AYAM
TAI AYAM
AGAR SEMUA MERASA NYAMAN
AMAN
DAN NYAM-NYAM. ***
Yonathan Rahardjo
Komentar