Bunga padma tumbuh di rawa lahan basah,
artinya di air menggenang
yang berlumpur
dan harus berlumpur,
seperti teratai.
Bentuknya memang mirip teratai, tapi
tahukah Anda apa bedanya?
Bunga teratai daun dan bunganya
menyentuh permukaan air,
dan bisa dikotori
air atau tanah karena tidak water proff
(anti air, tahan air).
Lain dengan bunga padma
Daun dan bunganya terangkat dari permukaan air,
juga water proff.
Maka sekalipun bunga Padma hidup
di air berlumpur dan harus berlumpur,
air, tanah dan kotoran takkan pernah bisa
mengotori bunga padma.
Bunga Padma tangkainya saling terkait
berhubungan dengan pusat di tengah,
melambangkan keabadian yang tak akan putus.
Bijinya ada di simpan di tengah-tengah
kelopak bunga yang ada kamar-kamarnya,
untuk menyiapkan masa depan yang baik
buat keberlanjutan bunga itu sendiri.
Saat bijinya jatuh..
dia bisa tumbuh lagi menjadi
bunga padma yang lain.
Bunga padma ini oleh Masyarakat Asia Selatan
dibawa ke belahan Asia Timur dan Tenggara
bersama penyebaran budaya dan sosial,
menjadi simbol kehidupan mereka.
Bahwa bunga yang baik dan sangat baik
bisa timbul dari tanah yang jelek sekalipun.
Bahkan bisa murni,
Kotoran tidak mempengaruhi kemurnian itu.
Semua menjadi dasar filosofi mereka
bahwa dalam diri manusia
yang penuh potensi berbuat dan terjadi kejahatan,
hal-hal yang mulia justru
bisa muncul dari sini.
Filosofi ini dikaitkan dengan Amdalini/
suatu paham pengetahuan di Asia tadi,
bahwa poros di tubuh manusia secara anatomi
dimulai dari ujung ekor sampai di atas kepala.
Semua ada tujuh titik.
Titik yang terrendah mempunyai helai
bunga yang paling sedikit,
melambangkan kesadaran rendah, pola pikir/sifat
yang terendah, nafsu-nafsu kebinatangan
dekat dengan kemaluan.
Semakin ke atas semakin banyak helai daunnya.
Ada yang empat, ada yang delapan.
Titik yang ke enam di antara ke dua belah mata kita,
melambangkan intelektualitas,
suatu derajad perikehidupan yang tinggi.
Titik yang ke tujuh di atas kepala manusia,
melambangkan kesadaran murni, derajad
kehidupan yang paling tinggi.
Di sini helai bunga padmanya sangat banyak sekali.
Tempat bersemayamnya para pendeta,
biku, biksu, budha, dan para dewa...
Kita bisa mnengambil sejuta makna dari Bunga Padma.
Maka sebuah LSM Lingkungan di Jawa Timur sering
memakai simbol Bunga Padma dalam prinsip berorganisasinya.
Belajar dari keberadaan Bunga Padma yang di lahan lumpur
tapi tak terkotori oleh lumpur...
LSM itu berharap dengan pergerakannya
bisa menularkan semangat itu bagi setiap orang yang datang,
bergabung maupun bekerjasama,
agar lebih berdaya, mampu, dan mandiri
dengan apapun latar belakang dan kondisi yang ada,
menjadi manusia-manusia yang lebih sempurna.
Selalu mengutamakan kerjasama yang baik seperti
pralambang keterkaitan masing-masing helai
yang dimiliki Bunga Padma beserta tangkai-tangkainya
yang saling terkait tak putus-putus.
Keterkaitan dengan generasi-generasi
yang selanjutnya, menularkan makna keberlanjutan.
Sebagaimana biji-biji padma yang disimpan
dalam kamar di kelopak bunganya,
kita menyimpan semua makna yang kita alami
dalam sudut hati yang paling dalam
untuk dijadikan bahan refleksi agar bisa
melakukan sesuatu yang lebih baik di masa selanjutnya.
Yang suatu saat bisa tumbuh dan menumbuhkan
generas-generasi dan pengaruh-pengaruh baru
bagi orang di sekitar kita,
masyarakat kita.
Cuma makna filosofiskah yang bisa kita dapat dari bunga Padma?
Tidak adakah guna bunga Padma yang lebih nyata?
Apakah manfaat Bunga Padma dalam
kehidupan sehari-hari?
Bijinya bisa dimakan seperti kita makan kacang.
Daunnya bisa dimasak, orang menyebutnya ayam masak pengemis.
Ayam dibungkus dengan daunnya ..
lantas dibungkus lumpur
lantas dibakar!!
Hasilnya yang terbakar cuma lumpurnya,
ayamnya matang, siap disantap.... Sedaaap...! ***
Yonathan Rahardjo
Minggu, 26 Agustus 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar