Minggu, 26 Agustus 2007

EHDB 2/22 Oktober 1999 NILAI KEMANUSIAAN LINGKUNGAN

Salam.
Senang "HARMONI LINGKUNGAN” bergabung dalam maillist yang dikomandani Bung Wayan Wicaksana sebagai moderator ini.

Kami 'HARMONI LINGKUNGAN' sebuah lembaga baru yang berakte notaris dalam kegiatannya berangkat dari VISI keselarasan dan MISI menyelaraskan segenap unsur lingkungan yang ada. , sehingga kita bisa nyaman hidup di bumi yang semakin merana in.

Terlepas kita tahu hari akhir pasti akan tiba, yang kita mesti lakukan kini adalah segala seuatu yang HARMONIS=SELARAS=selaras sehingga tercipta HARMONI=KESELARASAN, kesepadanan, yang sering disejajarkan artinya dengan keseimbangan alam, untuk apa yang kita sebut sebagai kelestarian..

KESELARASAN itu harus kita ciptakan dan jaga merunut arti kata ekologi dan environment itu sendiri. Batasan EKOLOGI mencakup makhluk biotik dan abiotik di dalamnya. Sedangkan batasan ENVIRONMENT menjadi tak terbatas, karena disamping melingkupi biotik dan abiotik juga membahas semua hubungan di antaranya dan semua permasalahannya baik dalam wujud ekonomi, sosial, politik, budaya, dan hankam.

Peran serta kami dalam maillist ini kami wujudkan dalam bentuk ‘RENUNGAN HARIAN’ bertitel ENVIRONMENTAL HUMANISM DAILY BREAD. Titik tumpunya pada pembahasan sebenarnya masalah lingkungan akan kurang berarti jika cuma membahas segi-segi teknisnya saja dan kurang menyentuh NILAI-NILAI KEMANUSIAAN.

Mengapa? Dalam milis ini beberapa bulan yang lalu sudah ditelurkan bahwa antara manusia dan lingkungan/alam takkan bisa dilepaskan. Bahkan sebagian besar percaya bahwa alam memang diciptakan untuk manusia, sebagai khalifah maupun khafilah.. Yang menguasai atau sekedar lewat untuk hidup. Pendek kata, PENENTU NASIB LINGKUNGAN ADALAH MANUSIA SENDIRI, YANG JUSTRU NASIBNYA DITENTUKAN OLEH BAIK BURUKNYA LINGKUNGAN.

Maka untuk menumbuhkan sesuatu menjadi berarti karena bukan sekedar sebagai ILMU PENGETAHUAN, atau SKILL, tapi bisa merubah suatu SIKAP yang mempunyai KOMITMEN bagi perubahan lingkungan sendiri dalam suatu AKSI, maka pembahasan ENVIRONMENTAL HUMANISM DAILY BREAD bertitik pada nilai-nilai kemanusiaan yang senantiasa bersentuhan dengan semua unsur dan problema lingkungan itu sendiri.

Yang justru bila NILAI KEMANUSIAAN ITU DIPELIHARA DAN DIKEMBANGKAN, yang terjadi adalah suatu KEMAUAN dari sang manusia untuk berubah! Untuk merubah lingkungannya! Maka ENVIRONMENTAL HUMANISM mempunyai peran di situ.

Sebagai edisi pertama kemarin (21 Oktober 1999), kami sudah menampilkan problema BANJIR POLITIK dan BANJIR …… Dan sambutan dari rekan-rekan anggota maillist cukup meningkatkan metabolisme HARMONI LINGKUNGAN untuk semakin berbagi dengan semua rekan maillist lain.

Untuk itu TERIMA KASIH kepada pemilik maillist lingkungan ini yang menyediakan tempat bagi kita semua untuk berbagi. Partisipasi HARMONI LINGKUNGAN di sini adalah akan tetap berkontribusi mengirimkan ENVIRONMENTAL HUMANISM DAILY BREAD ini setiap hari ke tangan rekan-rekan semua.

Surat dari seorang rekan maillist langsung ditujukan pada HARMONI LINGKUNGAN melalui email environment@appraiser.net. Perbincangan dengan rekan yang mengirim secara pribadi tentu bermaksud agar yang bersangkutan tidak mau diketahui namanya secara umum, atau dilibatkan secara umum dalam maillist lingkungan itu. Kita tentu sangat menghargai hal itu. Padahal HARMONI LINGKUNGAN sangat tahu pertanyaan yang diajukan teman kita itu cukup perlu bila diketahui kita semua, yaitu soal ENVIRONMENTAL SCIENCE dan ENVIRONMENTAL CHEMISTRY.

Tentu kita tidak ingin melakukan sesuatu yang menjadi cerminan kita adalah pelanggar hak-hak azasi manusia. Kita juga tidak ingin dicap sebagai PENJAJAH TULEN sementara kita sendiri mengklaim diri sebagai INDONESIA MERDEKA. Untuk itu kami HARMONI LINGKUNGAN setuju dengan pernyataan Bung Ricky Avenzora, Bung Wayan Wicaksana, serta Bung Arjuna Putra yang begitu berang ketika seorang Bung Hardi yang begitu sukarela membagi ilmu dibabat oleh seorang yang mengatas namakan Indonesia Merdeka.

Suatu pernyataan yang sangat berlawanan dengan kata Presiden Gus Dur tempo hari dalam pidato kenegaraan pertamanya. "Kita tidak mau lagi direndahkan martabat kita oleh bangsa lain, seperti kita selama ini direndahkan oleh bangsa-bangsa lain.” Ini pekerjaan rumah baru bangsa kita ini. Ini pun bukan pernyataan politik penuh intrik untuk menjatuhkan orang lain. Ini adalah pernyataan kenegaraan dari seorang negarawan besar.

Rupanya kita harus lebih banyak belajar, termasuk untuk menghargai orang lain. BAGAIMANA KITA BISA MENGKLAIM AKAN MENGHARGAI LINGKUNGAN, SEMENTARA KITA TIDAK PERNAH BELAJAR UNTUK MENGHARGAI ORANG LAIN? UNSUR UTAMA DARI APA YANG DISEBUT LINGKUNGAN?

Untuk menjawab pertanyaan inilah HARMONI LINGKUNGAN hadir dengan menawarkan HUMANISME LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL HUMANISM) dengan DAILY BREAD yang sedang anda baca.. ***

Yonathan Rahardjo

0 komentar: