Saat dia berjalan
Kakinya yang tak beralas apapun
Tertusuk duri dan berdarah.
Namun pada saat kaki itu dimasukkan air sungai mengalir bening
Darah itu larut
Entah pergi ke mana..
Tapi kakinya tetap terluka
Kaki itu pun dikotori lumpur
Di setiap jengkal tanah jalanan di sepanjang susuran sungai itu..
Saat kaki itu dimasukkan air sungai mengalir bening lumpur itu pun larut
Entah pergi ke mana..
Tapi kakinya tetap pernah terkena lumpur
Mengalir..
mengalir dari dari puncak gunung tinggi
Sungai itu seolah tidak berujung..
Entah di mana muaranya
Entah di mana pertemuannya
dengan sang samudera.
Dipakainya ingatan matematikanya..
Berapa panjangkah sungai yang harus kulalui?
Berapa batukah yang sudah kujejaki?
Berapa daunkah yang sudah menemaniku sepanjang kususuri sungai ini?
Berapa ekorkah ikan yang sudah bernyanyi di kakiku?
Dan ..
Berapa..
berapa yang lain
Yang dihitungnya cuma menjadi satu makna.
Tak yang lainnya.
AKU SEDANG MENGHITUNG BERKAT ILAHI
YANG SUDAH TERJADI ATAS DIRI INI.
TERIMA KASIH GUSTI.
TERIMA KASIH.
Saat dipakainya ingatan biologinya.
Ia pun berpikir ilmu-ilmu hayati.
Terkait dengan sungai itu.
Saat dipakainya ingatan fisikanya.
Ia pun berpikir ilmu-ilmu alami.
Terkait dengan sungai itu
Saat dipakainya ingatan sosiologinya
Ia pun berpikir ilmu-ilmu sosial.
Terkait dengan sungai itu
Saat dipakainya ingatan antropologinya
Ia pun berpikir hal-hal berkaitan dengan budaya manusia
Terkait dengan sungai itu.
Suatu saat ia berhenti.
Istirahat.
terpekur.
Duduk merenung sendiri.
Di atas sebuah batu besar di tepi sungai itu.
"Apa yang terjadi pada diriku?
Terkait dengan sungai ini?"
Pikirannya melayang tanpa kendali
Hatinya berterbang tanpa tali
Senangnya bertempur dengan susah
Tenangnya bertarung dengan gundah
Tanpa disadari
Dia sudah memakai sungai
Sebagai media PLH
Pendidikan
Lingkungan
Hidup
Pengetahuan
Ketrampilan
Komitmen
Aksi
Evaluasi
Refleksi
Berputar ala spiral
Menjadi Spiral-spiral yang lebih besar
Dalam Aksi-aksi yang lebih besar
Terkait dengan penyusurannya di sungai itu..
Terkait dengan penyusurannya menjajagi kehidupan diri
Semua menyatu dalam
Setiap desah
Dan hembus nafas .
Yang dimilikinya
Yang menopang semangatnya
Menapakkan kaki tertusuk duri-nya
Dan dia pun berkata..
Tepatnya bertanya..
Sungaiku..
Mau kau bawa ke manakah aku?
Apa yang kan terjadi pada diriku?
Jadi lebih baikkah aku?
Dan kamu? ***
Yonathan Rahardjo
Minggu, 26 Agustus 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar