Minggu, 26 Agustus 2007

EHDB 1/ 21 Oktober 1999 ENVIRONMENTAL HUMANISM DAILY BREAD

SALAM..RAKYAT, MASYARAKAT, BANGSA, PERHATIANNYA DIGIRING MENYAKSIKAN PANAS DAN BERKELOKNYA PERILAKU PARA PENAFSU POLITIK. BIKIN PANAS HATI! PANAS KEPALA!

TERTATIHNYA SEORANG SANTRI SEDERHANA DARI PONDOK PESANTREN KOTA KECIL MENUJU SINGGASANA NOMER SATU DI INDONESIA RAYA MEMBUNGKAM NAFSU PANAS PARA PETUALANG POLITIK.

PADA SAAT YANG SAMA, ADA DI ANTARA TEMAN KITA, SAAT INI TAK CUKUP SEMPAT MENIKMATI SENTUHAN KEMANUSIAAN SEORANG PRESIDEN GUS DUR. MEREKA LEBIH MENIKMATI SENTUHAN KEMANUSIAAN YANG RIIL. MENGALAMI SENDIRI..

42 Rumah Rusak AkibatLongsor Dan Banjir

dikutip dari Suara Pembaruan Daily

Purwokerto, Pembaruan

Banjir dan tanah longsor kembali melanda Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara, Jawa Tengah, mengakibatkan sedikitnya 42 rumah tertimbun dan hanyut Selasa (19/10). Akibat bencana alam tersebut sekitar 45 keluarga, meliputi 200 jiwa, kehilangan tempat tinggal, sehingga diungsikan ke tempat-tempat yang aman.

Bupati Banyumas Aris Setiyono dan Bupati Banjarnegara Nurachmad sudah meninjau lokasi bencana. Kedua bupati sudah menyerahkan bantuan kepada para korban, khususnya bahan pangan dan obat-obatan.

Menurut Bupati Banyumas, bencana banjir dan tanah longsor di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, terjadi sehari setelah Tim Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (Satkorlak PBA) dikukuhkan dan disiagakan. Dalam bencana banjir dan tanah longsor 17 rumah rusak berat, dua di antaranya hanyut terbawa banjir. Akibatnya sekitar 19 keluarga diungsikan.

Seorang korban bernama Sanwardi menyatakan, ketika terjadi tanah longsor hujan turun cukup deras. Ia terkejut ketika merasakan rumahnya yang terbuat dari papan, bergoyang. Menyadari dalam keadaan bahaya, Sanwardi memanggil istri dan anak-anaknya berlari keluar menerjang hujan. Hal serupa dialami korban lainnya. Mereka berusaha keluar dari rumah ketika merasakan tanah bergerak.

Bupati Banjarnegara Drs Nurachmad mengatakan, tanah longsor di Desa Glempang dan Sokanandi mengakibatkan 25 rumah penduduk roboh tertimbun tanah. Rinciannya, sembilan rumah di Desa Sokandi roboh dan 16 di Desa Glempang tertimbun tanah longsor.Rabu (20/10) pagi masyarakat bergotong royong menggali tanah-tanah yang menimbun rumah dan mendirikan kembali rumah yang roboh. Diharapkan pekerjaan ini selesai seminggu. (057)

HAI... PARA PENDEKAR LINGKUNGAN?.. DI MANAKAH KAMU? ***

Yonathan Rahardjo

0 komentar: